Langsung ke konten utama

ASPEK LINGKUNGAN EKONOMI, POLA KONSUMSI, DAN PERKEMBANGAN PASAR


A.  TINJAUAN EKONOMI DUNIA

Ekonomi dunia atau ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional – yaitu ekonomi masyarakat setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global. 

Ekonomi dunia telah mengalami perubahan revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Mungkin perubahan yang paling besar dan mendasar adalah munculnya “pasar global dan persaingan global”.

Perubahan terus berlangsung di seluruh dunia, termasuk di negara berkembang. Terdapat 5 perubahan besar yang mendasar, yaitu :

a)  Perpindahan modal menjadi kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan, sehingga perpindahan modal dan perdagangan sangat menentukan nilai mata uang (kurs valuta asing)

b)    Produksi telah “terlepas” dari tingkat orang yang bekerja. (walaupun tingkat tenaga kerja menurun, tetapi volume produksi masih tetap terus meningkat)

c)   Produk primer telah “terlepas” dari ekonomi industri. (hal ini berlawanan dengan masa lalu yaitu ketika turunnya harga bahan mentah akan menyebabkan depresi di seluruh dunia dalam ekonomi industri)

d)  Ekonomi dunia dapat dikendalikan. Ekonomi makro negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi

e)    “Kontes” selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang jelas dari sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan ekonomi dan sebagai sebuah ideologi

Sepanjang 2019, ekonomi Indonesia mengalami tantangan, baik yang bersumber dari eksternal maupun internal. Dari eksternal, sejumlah faktor ikut berdampak pada ekonomi Indonesia 2019, seperti eskalasi perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, penurunan permintaan serta stagnasi harga komoditas dunia, Brexit, ketegangan dan konflik politik di sejumlah kawasan, dan krisis ekonomi di sejumlah negara Amerika Latin.

Sementara itu, dari sisi domestik, sejumlah tantangan dihadapi, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, membesarnya sektor informal, posisi wait and see investor, sampai dengan tidak tercapainya pendapatan dari sektor perpajakan.

Sejak Agustus 2019, banyak hipotesis bahwa Amerika Serikat diprediksi masuk ke fase resesi. Memantik kekhawatiran transmisinya ke perekonomian global seperti halnya yang terjadi pada krisis Subprime-Mortgage pada 2007-2008.

Hal ini didasarkan pada sejumlah data bahwa kinerja ekonomi Amerika Serikat meskipun mengalami tren penurunan. Namun, di sejumlah indikator masih mampu berkinerja baik seperti indikator angka pengangguran dan inflasi.

Perkembangan positif di awal tahun 2020 dengan optimisme pemulihan ekonomi didukung dengan berbagai indikator ekonomi yang mulai menunjukkan arah pembalikan. Kinerja manufaktur di beberapa negara seperti Tiongkok India, Malaysia, Singapura dan Indonesia sempat menunjukkan tren perbaikan, setelah di tahun 2019 kinerja manufaktur global turun akibat permintaan yang lemah dan tensi perang dagang. Kinerja perdagangan beberapa negara juga turut membaik di akhir 2019 hingga awal 2020.

Munculnya wabah COVID-19 di Wuhan, Tiongkok yang kemudian menjadi penyebaran global telah menciptakan disrupsi ekonomi yang ditimbulkan oleh kejadian COVID-19 di berbagai negara. Purchasing Manager Index (PMI) AS dan Eropa di bulan Maret 2020 turun tajam, khususnya sektor jasa. Hal ini mengikuti realisasi PMI Tiongkok yang sudah terlebih dahulu turun tajam di bulan Februari, terendah sejak krisis keuangan global. Penurunan aktivitas ekonomi ini merupakan konsekuensi dari berbagai upaya yang dilakukan oleh negara-negara untuk mencegah perluasan penyebaran wabah.

Perekonomian global menghadapi tekanan yang sangat berat pada tahun 2020 yang bersumber dari pandemi COVID-19, yang tercermin dari realisasi pertumbuhan perekonomian global triwulan I 2020 yang mengalami kontraksi. Kontraksi pertumbuhan perekonomian secara luas dirasakan oleh banyak negara sebagai imbas dari pemberlakuan kebijakan penanganan COVID-19 seperti pembatasan aktivitas sosial yang berujung pada penurunan aktivitas ekonomi. Lebih dalam, penurunan aktivitas ekonomi tampak dari indikator aktivitas perdagangan yang berada pada tingkat yang sangat rendah, serta sektor manufaktur yang juga terdampak sangat parah. Hal ini diperburuk juga oleh pelemahan harga komoditas akibat melemahnya permintaan global. Realisasi perekonomian global triwulan I 2020 ini membuat IMF memproyeksikan pertumbuhan perekonomian global akan terkontraksi sebesar -3,0 persen, dengan downside risk yang bergantung pada perkembangan COVID-19. Hampir seluruh negara di dunia saat ini telah mengambil berbagai langkah dan strategi kebijakan fiskal dan moneter untuk penanggulangan COVID-19. Namun demikian, efek kebijakan tersebut perlu untuk terus dipantau karena dikhawatirkan dapat menambah tekanan kepada likuiditas global.

Secara global, memasuki paruh kedua waktu tahun 2020, pandemi COVID-19 masih terus meningkat dengan tingkat penyebaran yang semakin luas. Pusat penyebaran pandemi masih terfokus di negara-negara dengan jumlah penduduk besar di dunia. Memang pelonggaran pembatasan sosial di berbagai negara memberikan harapan dan optimisme pemulihan. Namun demikian, optimisme ini tidak berlangsung lama karena adanya tantangan baru dalam bentuk new outbreak. Hal ini tidak memberikan pilihan lain kecuali memperketat retriksi. Kasus COVID-19 yang masih tereskalasi menjadi ancaman yang nyata bagi perekonomian dunia. Melihat kondisi pandemi yang masih terus berlangsung, vaksin diyakini dapat menjadi solusi atas masalah tersebut. Hingga bulan Agustus pembuatan vaksin ternyata menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimana terdapat beberapa perusahaan yang hampir menuntaskan prosesnya.

Tekanan ekonomi yang besar membuat banyak negara melebarkan defisit fiskalnya untuk memberikan stimulus ekonomi. Karena sebagian besar negara di dunia melakukan retriksi yang cukup ketat, maka hal tersebut memberikan kontribusi pada kontraksi ekonomi dunia. Analisa korelasi antara Stringency Index dan pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua menunjukkan kecenderungan bahwa negara yang lebih ketat dalam melaksanakan retriksi memiliki korelasi dengan kontraksi pertumbuhan yang lebih dalam. Selanjutnya, retriksi yang lebih ketat tidak selalu menjamin keberhasilan penanganan COVID-19. Dari data PMI Manufaktur yang tersedia di 27 negara, sebanyak 13 negara telah menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. Peningkatan pada global demand sebagaimana yang dicerminkan oleh PMI Manufaktur mendorong peningkatan harga komoditas, meski secara umum masih lebih rendah dibandingkan dengan level di tahun 2018 maupun 2019. Sinyal pemulihan juga mulai tampak di sektor keuangan dan harga komoditas. Sinyal perbaikan di indikator-indikator ekonomi bulanan tersebut diterjemahkan ke dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di triwulan ketiga.

 

B.    SISTEM EKONOMI

Di dalam sebuah negara, tentu terdapat perekonomian yang berguna untuk menyokong kehidupan bernegara. Dibalik perekonomian itu, tentu terdapat sebuah sistem, yang berfungsi untuk mengatur jalannya ekonomi di negara tersebut. Menurut Gilarso, sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat mencakup produsen, konsumen, pemerintah, bank dan lainnya dalam menjalankan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi dan konsumsi maupun investasi yang membentuk suatu kesatuan utuh yang teratur dan dinamis sehingga mampu menghindari kekacauan di bidang ekonomi.

Sistem ini bisa berjalan dengan baik asal perangkat-perangkat ekonominya ada. Konsumen, produsen, pemerintah, dan lembaga keuangan adalah beberapa contoh dari perangkat ekonomi. Pada dasarnya memiliki beberapa fungsi utama yaitu :

·      Mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian

·      Menyediakan dorongan untuk menghasilkan barang atau jasa

·    Mengatur pembagian hasil produksi ke seluruh lapisan masyarakat agar berjalan sesuai harapan

·       Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan baik


Terdapat beberapa jenis sistem ekonomi yang diterapkan pada suatu negara diantaranya :

1.     Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional ada pada kehidupan masyarakat sederhana yang tergantung pada hasil alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam sistem ekonomi tradisional rumah tangga pertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga setiap rumah tangga hanya berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.

Beberapa ciri dari sistem ekonomi tradisional, yaitu :

·         Belum ada pembagian kerja dalam masyarakat

·         Untuk memenuhi kebutuhan masih menggunakan sistem barter

·    Proses produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi atau kebiasaan yang berlaku dimasyarakat

·         Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah tangga

·         Dalam kehidupan bermasyarakat terpelihara sifat kekeluargaan

·         Sumber kehidupan dan kemakmuran berasal dari alam


Selain ciri, terdapat kelebihan dari sistem ekonomi tradisional, yaitu :

·    Dalam usaha tidak terjadi persaingan karena semua kegiatan dilakukan berdasarkan kebiasaan

·         Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

·         Masyarakat hidup dalam kebersamaan dengan sifat kekeluargaan


Disamping kelebihan juga terdapat kekurangan dari sistem ekonomi tradisional, yaitu :

·     Jumlah produksi terbatas sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan

·  Menjadikan pola pikir masyarakat tidak berkembang karena dipengaruhi oleh tradisi

·     Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya

·  Kegiatan ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan


Terdapat beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi tradisional, yaitu :

1.     Indonesia

Meskipun tidak semua tempat, ternyata di beberapa desa di Papua dan Nduga masih menggunakan sistem ini. Hal tersebut dikarenakan lokasinya berada di daerah terpencil atau pedesaan dengan akses air maupun jalannya masih sulit untuk ditempuh.

2.     Afrika Tengah

Negara Afrika, khususnya di Afrika Tengah juga masih menggunakan sistem ekonomi ini. Terlihat dari sebagian besar desa di Afrika Tengah masih menggunakannya. Beberapa negara yang masih menggunakan sistem ini misalnya: Mbaiki, Mobaye, Batangafo, dan lain-lain.

3.     Ethiophia

Hal ini dikarenakan Ethiopia masih termasuk negara termiskin di dunia yang mengandalkan industri pertanian dalam perekonomiannya.

4.     Malawi

Menyandang ‘gelar’ negara paling miskin di dunia, membuat negara ini masih menganut sistem ekonomi tradisional. Hal tersebut terlihat dari transaksinya yang masih menggunakan sistem barter dan perekonomiannya yang mengandalkan pertanian.

 

2.     Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Sistem ekonomi komando disebut juga dengan sistem ekonomi sentral atau terpusat. Semua kegiatan ekonomi direncanakan serta di komandoi oleh pemerintah sehingga masyarakat dan produsen hanya sebagai pelaksana. Semua alat dan sumber daya yang ada, termasuk sumber daya manusia merupakan milik pemerintah yang akan digunakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Beberapa ciri dalam sistem ekonomi komando, yaitu :

·         Semua alat dan sumber daya produksi merupakan milik negara

·         Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah (central planning)

·         Jenis pekerjaan dan pebagian kerja diatur oleh pemerintah

·         Tidak ada pihak swasta yang dapat melakukan kegiatan ekonomi secara bebas


Selain ciri, terdapat kelebihan dari sistem ekonomi komando, yaitu :

·         Perekonomian menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya

·         Jenis-jenis industri atau produksi di tentukan oleh pemerintah

·         Pemerintah mudah melakukan pengendalian dan pengawasan harga

·         Pemerintah mengatur distribusi barang-barang produksi

·         Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis

·         Adanya perataan penerimaan pendapatan


Disamping kelebihan juga terdapat kekurangan dari sistem ekonomi komando, yaitu :

·        Menjadikan kreativitas dan inisiatif individu tidak berkembang

·   Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya ekonomi

·     Tidak adanya hak milik perseorangan kecuali barang-barang yang sudah dibagikan

·      Kesulitan dalam menghitung kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya produksi secara terpusat

Terdapat beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi komando seperti Republik Rakyat Cina (RRC) dan beberapa negara pecahan dari Uni Soviet.

 

3.     Sistem Ekonomi Pasar Bebas (Liberal)

Sistem ekonomi pasar bebas disebut juga dengan sistem ekonomi liberal, karena memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan dan mengatur sendiri kegiatan ekomoni sesuai kemampuannya sendiri-sendiri tanpa adanya campur tangan dan hambatan dari pemerintah. Kebebasanya meliputi semua kegiatan ekonomi, bahkan masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan masyarakat luar negeri. Dalam sistem ini harga ditentukan oleh mekanisme pasar (kekuatan permintaan dan penawaran).

Beberapa ciri dalam sistem ekonomi pasar bebas, yaitu :

·  Alat dan sumber produksinya dapat dimiliki dan diatur oleh perseorangan, masyarakat atau perusahaan

·   Memiliki pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal

·  Terjadi persaingan antar pengusaha untuk memperoleh untung yang sebesar-besarnya (profit motive)

·     Dalam pasar tidak ada campur tangan pemerintah. Campur tangan negara dibatasi, hanya pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan swasta. Tetapi menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas misalnya keamanan negara


Selain ciri, terdapat kelebihan dari sistem ekonomi pasar bebas, yaitu :

·      Kekayaan dan sumberdaya produksi bebas dimiliki oleh setiap individu

·      Masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreativitas

·      Terjadi persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu

·      Efektivitas dan efisiensi tinggi karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi


Disamping kelebihan juga terdapat kekurangan dari sistem ekonomi pasar bebas, yaitu :

·      Pihak yang ekonominya kuat akan mengekspoitasi masyarakat yang ekonominya lemah

·       Menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat

·   Munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah

·       Perekonomian mudah tidak stabil


Terdapat beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi pasar bebas, yaitu :

a)    Amerika Serikat (AS)

Secara umum, ada beberapa faktor yang menjadikan AS menerapkan sistem ekonomi pasar bebas. Seperti misalnya memiliki sumber daya alam yang melimpah, pengembangan infrastruktur yang dilakukan dengan sangat baik, serta memiliki produktifitas yang tinggi.

Contoh tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh AS adalah memproduksi energi nuklir dan listrik. Tidak hanya itu, AS juga dikenal sebagai salah satu produsen terbesar gas alam liquid, sulfur, garam, dan fosfat di dunia.

b)     Jerman

Ada beberapa hal yang dimiliki oleh Jerman sehingga mendapat predikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa. Beberapa faktor tersebut yaitu tingkat korupsi yang kecil, kapitalisasi pasar besar, memiliki tingkat inovasi yang tinggi, dan memiliki tenaga kerja dengan kemampuan yang tinggi.

 

4.     Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran disebut juga dengan demokrasi ekonomi, welfare state atau keynesianisme, yang merupakan sistem yang menunjukan peran pemerintah dan swasta dalam mengatasi masalah ekonomi, sehingga tidak terjadi penguasaan secara penuh dari sekelompok orang atas sumber ekonomi.

Beberapa ciri dalam sistem ekonomi pasar campuran, yaitu :

·  Pihak pemerintah dan pihak swasta dituntut untuk berperan aktif dan terus bekerjasama dalam menjalankan segala bentuk kegiatan ekonomi

·   Pemerintah akan memberi kebebasan kepada pihak swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun tetap dengan memberi batasan dan intervensi jika sewaktu-waktu dibutuhkan

·   Pemerintah akan melakukan perencanaan, peraturan, dan kebijakan yang erat kaitannya dengan sistem perekonomian

·   Persaingan di pasar tetap terjadi namun dalam batasan yang wajar dan bersih karena di dalamnya pemerintah ikut mengawasi dan melakukan intervensi

·  Mekanisme pasar dapat menentukan berbagai jenis, jumlah barang yang diproduksi, dan harga jual barang tersebut

·    Pemerintah berhak mengelola dan mengatur seluruh sumber daya penting yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak

·    Pihak pemerintah dan swasta memiliki peranan yang sama dalam hal kegiatan perekonomian


Selain ciri, terdapat kelebihan dari sistem ekonomi pasar campuran, yaitu :

·   Pendistribusian barang dan jasa akan di alokasikan ke tempat yang paling dibutuhkan. Sehingga, hal ini akan membuat harga memengaruhi tingkat penawaran dan permintaan pasar

·  Mampu memberikan keuntungan kepada pihak produsen yang berhasil menciptakan efisiensi dalam bisnisnya. Hal ini juga berarti pelanggan mampu mendapatkan nilai atau pelayanan terbaik untuk setiap uang yang mereka keluarkan

·    Mendorong terjadinya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih kreatif, murah dan efisien

·         Mengalokasikan modal kepada setiap produsen yang paling inovatif dan efisien

·    Mampu meminimalisir adanya kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan berbagai bidang-bidang seperti bidang pertahanan, teknologi dan kedirgantaraan. Peran pemerintah yang sangat besar ini memungkinkan tejadinya mobilisasi yang cepat ke daerah-daerah yang sudah diprioritaskan

·   Perkembangan ekonomi dalam negeri akan cenderung bergerak lebih cepat karena adanya persaingan bebas yang selanjutnya akan menciptakan banyak variasi produk yang muncul di pasaran dengan detail produk yang beragam


Disamping kelebihan juga terdapat kekurangan dari sistem ekonomi campuran, yaitu :

·    Jika tingkat kebebasan yang terjadi dalam mekanisme pasar terlalu besar, hal tersebut bisa membuat produsen yang kurang kompetitif semakin tertinggal jauh tanpa adanya dukungan pemerintah

·       Pihak pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta

·  Perencanaan industri yang terpusat oleh pemerintah pun bisa menciptakan masalah. Misal, industi yang bergerak dibidang pertahanan akan memiliki sifat monopolistik atau oligarki dan disubsidi pemerintah. Hal tersebut akan meningkatkan utang negara dan memperlambat laju ekonomi dalam kurun waktu yang panjang

·     Pihak swasta tidak mampu memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pihak pemerintah

·  Walaupun pihak pemerintah berperan aktif dalam hal perekonomian, namun masalah ekonomi yang terjadi di dalamnya seperti inflasi, pengangguran dan lainnya tidak bisa dihindarkan

·    Pertumbuhan laju ekonomi akan cenderung lebih lambat daripada sistem ekonomi liberal

·     Pembatasan sumber produksi yang dimiliki oleh pemerintah serta pihak swasta akan susah untuk ditentukan

·       Pemerataan pendapatan cukup sulit untuk direalisasikan di lapangan

Terdapat negara yang menerapkan sistem ekonomi campuran yaitu Inggris.

 

C.   PERKEMBANGAN PASAR

Pasar negara global berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per-kapita merupakan dasar segmentasi demografis yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global menjadi 5 kategori. Negara-negara dalam kelima kategori ini mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga tahap-tahap tadi menyediakan dasar bermanfaat untuk melakukan segmentasi global dan menentukan sasaran pemasaran.

1.     Negara Berpenghasilan Rendah / Negara Pra Industri

Dikenal juga sebagai “dunia ketiga” atau negara pra industri yaitu merupakan negara-negara yang mempunyai penghasilan kurang dari $400 per kapita tahun 1992. Karakteristik yang dimiliki oleh negara-negara dengan tingkat penghasilan ini, yaitu :

·     Industrialisasi terbatas dan persentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang dan hidup minimal dari pertanian

·        Tingkat kelahiran tinggi

·        Tingkat buta huruf tinggi

·         Sangat bergantung pada bantuan luar negeri

·         Politik cenderung tidak stabil dan bergejolak


2.     Negara Berpendapatan Menengah Bawah / Negara Berkembang

Negara ini juga dikenal sebagai negara berkembang (NSB) yaitu merupakan negara-negara yang mempunyai PNB antara $400 dan kurang dari $2,000 per kapita di tahun 1992. Negara ini berada dalam tahap awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar domestik yang tumbuh dengan barang-barang seperti bahan sandang, baterai, ban, bahan bangunan dan makanan dalam kemasan. Negara ini juga merupakan lokasi untuk produksi produk standar dan sudah mencapai tahap dewasa seperti pakaian untuk pasar ekspor.

Pasar konsumen di negara ini terus meluas. Mereka merupakan ancaman bersaing yang semakin besar kalau mereka memobilisasi tenaga kerja yang relatif murah dan sering kali bermotivasi tinggi ke pasar sasaran di bagian lain dunia. Dalam produk yang sudah mencapai tahap dewasa dan standar, mereka mempunyai keunggulan bersaing yang besar.


3.     Negara Berpendapatan Menengah / Negara Industri Baru

Negara ini juga dikenal sebagai negara industri baru yaitu merupakan negara-negara yang mempunyai PNB antara $2,001 dan $12,000 perkapita di tahun 1992. Dalam negara ini persentase sektor pertanian menurun tajam karena penduduk pindah dari sektor pertanian ke sektor industri dan tingkat urbanisasi meningkat.

Banyak negara dalam tahap ini melakukan industrialisasi secara cepat. Tingkat upah meningkat dan yang melek huruf makin banyak dengan tingkat pendidikan maju, tetapi tingkat upah mereka masih jauh lebih kecil dari negara maju. Dengan kemampuan negara maju dan upah yang lebih rendah, mereka sering kali menjadi pesaing yang kuat dan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat yang didorong oleh ekspor.


4.     Negara Berpendapatan Tinggi / Negara Maju / Negara Industri

Dikenal juga sebagai negara maju, industri, pasca industri atau dunia pertama, yaitu negara-negara yang mempunyai PNB di atas $12,000 perkapita. Dengan pengecualian beberapa negara kaya minyak, negara kategori ini mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.

Istilah pasca industri pertama kali diajukan oleh Daniel Bell dari Harvard. Bell mengatakan bahwa perbedaan yang terbesar antara masyarakat industri dan pasca industri adalah sumber daya inovasi di masyarakat pasca industri terutama berasal dari kodifikasi pengetahuan teoritis bukan dari penemuan “secara acak”.

Karakteristik lain yang dimiliki oleh negara ini yaitu kepentingan di sektor jasa (> 50% PNB), tingkat kepentingan yang tinggi dalam pemrosesan dan pertukaran informasi, dan pengaruh pengetahuan lebih besar daripada modal sebagai sumber daya strategis, teknologi intelektual lebih besar dari teknologi mesin, ilmuwan dan professional lebih besar dari insinyur dan tenaga semi terampil, serta teori dan model lebih besar dari prosedur empiris.

Aspek lain dari masyarakat pasca industri adalah orientasi ke arah masa depan dan kepentingan antarpribadi dan hubungan intrakelompok dalam terselenggarannya fungsi masyarakat. Contoh masyarakat pasca industri (negara maju) adalah negara Amerika Serikat, Swedia, dan Jepang.


5.     Kasus Keranjang (Basket Cases)

Kasus keranjang adalah negara dengan masalah ekonomi, sosial, dan politik yang demikian serius sehingga negara itu tidak menarik untuk investasi dan operasi. Beberapa kasus keranjang negara berpenghasilan rendah tidak terdapat pertumbuhan seperti Ethiopia dan Mozambique.

 

D.   POLA KONSUMSI

Kegiatan konsumsi, pola pengeluaran antar rumah tangga tidak akan pernah sama persis. Akan tetapi memiliki perbedaan keteraturan dalam pola pengeluaran secara umum. Pola pengeluaran ini bisa juga disebut pola konsumsi (sebab konsumsi merupakan suatu bentuk pengeluaran). Pola konsumsi berasal dari kata pola dan konsumsi. Pola adalah bentuk (struktur) yang tetap, sedangkan konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam rangka pemakaian barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan. Jadi, pola konsumsi adalah bentuk (struktur) pengeluaran individu atau kelompok dalam rangka pemakaian barang dan jasa hasil produksi guna memenuhi kebutuhan.

Samuelson dan Nordhaus (2004) menjelaskan keteraturan pola konsumsi secara umum yang dilakukan oleh rumah tangga atau keluarga. Keluarga-keluarga miskin membelanjakan pendapatan mereka terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa makanan dan perumahan. Setelah pendapatan meningkat, pengeluaran makan menjadi naik sehingga makanan menjadi bervariasi. Akan tetapi ada batasan uang ekstra yang digunakan untuk pengeluaran makanan ketika pendapatan mereka naik. Oleh karena itu, ketika pendapatan semakin tinggi, proporsi pengeluaran makanan menjadi menurun dan akan beralih pada kebutuhan nonmakan seperti pakaian, rekreasi, barang mewah, dan tabungan.

Perbedaan pola konsumsi tiap orang tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :

·         Tingkat pendidikan/pengetahuan

·         Kondisi tempat tinggal iklim

·         Jenis pekerjaan

·         Tingkat peradaban bangsa

·         Kebiasaan dan kondisi sosial budaya masyarakat

·         Tinggi rendahnya harga barang dan jasa

·         Selera yang sedang berkembang di masyarakat

 

E.    NERACA PEMBAYARAN

Menuruti Nopirin (1996), neraca pembayaran adalah catatan yang sistematik tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk negara itu dengan penduduk negara lain. Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.


                  Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi, yaitu :

1.    Transaksi Debit

Transaksi ini merupakan transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.

2.    Transaksi Kredit

Transaksi ini merupakan transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

 

                  Tujuan dari neraca pembayaran, yaitu :

1.      Mengetahui peranan sektor eksternal dalam perekonomian suatu negara

2.      Mengetahui aliran sumber daya antar negara

3.      Mengetahui struktur ekonomi dan perdagangan suatu negara

4.      Mengetahui permasalahan utang luar negeri suatu negara

5.      Mengetahui perubahan cadangan devisa suatu negara

6.  Dipergunakan sebagai sumber data dan informasi dalam penyusunan anggaran suatu devisa (foreign exchange budget)

7.   Dipergunakan sebagai sumber data penyusunan statistik pendapatan nasional (national account)


Neraca pembayaran mempunyai beberapa fungsi diantaranya :

·  Sebagai alat pembukuan supaya pemerintah bisa mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan sebuah keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya

·  Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara

·      Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan

·       Untuk mendapatkan informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri

·       Untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu

·       Untuk alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara


     Berikut merupakan beberapa macam dari neraca pembayaran, yaitu :

1.     Neraca Pembayaran Defisit

Neraca pembayaran defisit yaitu neraca pembayaran yang menunjukkan jumlah transaksi pembayaran luar negeri (transaksi debet) lebih besar dibandingkan transaksi penerimaan dari luar negeri (transaksi kredit).

2.     Neraca Pembayaran Surplus

Neraca pembayaran surplus yaitu neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi debet lebih kecil.

3.     Neraca Pembayaran Seimbang

Neraca pembayaran seimbang yaitu neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi debet sama dengan transaksi kredit.


      Terdapat beberapa komponen dalam neraca pembayaran, yaitu :

1.     Neraca Perdagangan (Balance of Trade)

Neraca perdagangan ialah daftar atau neraca yang berisi perbandingan antara besarnya nilai ekspor dengan nilai impor suatu negara dalam dalam jangka waktu 1 tahun. Jika nilai ekspor lebih besar dari impor maka negara mengalami surplus dalam neraca perdagangan. Tetapi bila nilai ekspor lebih kecil daripada impor maka negara mengalami defisit dalam neraca perdagangan. Neraca perdagangan surplus disebut juga neraca perdagangan aktif. Sedangkan neraca perdagangan defisit disebut juga neraca perdagangan pasif.

2.     Neraca Jasa

Neraca jasa ialah neraca yang mencatat transaksi jasa yang diselenggarakan dan diterima suatu negara terhadap negara lain selama jangka waktu 1 tahun. Misalnya jasa pengangkutan, asuransi, pariwisata, jasa perdagangan, dan jasa perbankan.

3.     Neraca Hasil Modal

Neraca hasil modal ialah sebuah neraca yang mencatat semua pembayaran dan penerimaan bunga, deviden, upah tenaga asing, serta hadiah-hadiah dari luar negeri. 

4.     Neraca Lalu Lintas Modal (Capital Account)

Neraca lalu lintas modal ialah sebuah neraca yang mencatat segala kredit atau pinjaman dari luar negeri dan segala kredit/pinjaman yang diberikan kepada negara lain. Dalam neraca ini juga dicatat jual beli efek, penanaman modal asing, bantuan luar negeri, serta pembayaran utang luar negeri.

5.     Neraca Lalu Lintas Moneter (Monetary Account)

Neraca lalu lintas moneter ialah sebuah neraca yang mencatat dan memperlihatkan perkembangan atau perubahan cadangan devisa suatu negara. Cadangan tersebut terdiri dari emas dan devisa.

 

F.    POLA PERDAGANGAN

Perdagangan internasional adalah sebuah bentuk transaksi ekonomi yang dilakukan antar negara. Ada banyak jenis barang yang bisa diperdagangkan, misalnya barang-barang konsumsi, seperti televisi dan pakaian; barang modal, seperti mesin; dan bahan baku dan makanan.

Pola perdagangan internasional dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1.    Tingkat Partisipasi Nasional

Tiap negara sangat bervariasi dalam hal perdagangan luar negeri mereka. Secara general dapat dikatakan bahwa semakin besar suatu negara dalam ukuran fisik dan populasi, semakin sedikit keterlibatannya dalam perdagangan luar negeri.

Hal ini terutama karena semakin besar keragaman bahan baku yang tersedia dan semakin besar ukurannya. Dengan demikian, partisipasi Amerika Serikat dalam perniagaan internasional relatif rendah, yang diukur dengan persentase produk domestik bruto (PDB), dan partisipasi dari bekas Uni Soviet bahkan lebih rendah lagi.

Namun, PDB AS sangat besar menurut standar dunia sehingga Amerika Serikat masih menempati peringkat sebagai salah satu negara perdagangan terpenting di dunia. Beberapa negara kecil di Eropa Barat, seperti Belanda, memiliki total ekspor dan impor yang mendekati setengah dari PDB mereka.


2.     Perdagangan Antar Negara Berkembang

Volume perdagangan terbesar terjadi antara negara-negara maju, yang kaya modal, terutama antara para pemimpin industri seperti Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Secara umum, ketika suatu negara matang secara ekonomi, partisipasinya dalam perdagangan luar negeri tumbuh lebih cepat daripada PDB-nya.

Uni Eropa memberikan contoh mengesankan tentang keuntungan yang diperoleh dari perdagangan bebas antara negara-negara tersebut. Bagian utama dari peningkatan pendapatan riil di negara-negara Uni Eropa hampir pasti disebabkan oleh penghapusan hambatan perdagangan.

Namun, pembentukan Uni Eropa tidak dapat diartikan sebagai cerminan dedikasi yang tidak memenuhi syarat terhadap prinsip perdagangan bebas. Hal ini dikarenakan negara-negara Uni Eropa mempertahankan tarif terhadap barang dari luar perserikatan.


3.    Perdagangan Antar Negara Berkembang dan Maju

Masalah sulit sering muncul dari perdagangan antara negara maju dan negara berkembang. Sebagian besar negara-negara berkembang memiliki ekonomi berbasis pertanian, dan banyak menghasilkan produk tropis.

Hal ini menyebabkan mereka sangat bergantung pada hasil dari ekspor satu atau dua tanaman, seperti kopi, kakao, atau gula. Pasar untuk barang-barang semacam itu sangat kompetitif, yaitu harga sangat peka terhadap setiap perubahan permintaan atau penawaran.

Sebaliknya, harga barang-barang manufaktur, ekspor khas negara-negara maju, umumnya jauh lebih stabil. Oleh karena itu, ketika harga komoditas ekspor berfluktuasi, negara berkembang juga mengalami fluktuasi besar dalam “ketentuan perdagangan”.

Rasio harga ekspor dengan harga impor seringkali memberikan efek yang menyakitkan pada ekonomi domestik. Sehubungan dengan hampir semua komoditas utama yang penting, upaya telah dilakukan pada stabilisasi harga dan kontrol output. Upaya-upaya ini telah menemui berbagai keberhasilan.

Perdagangan antara negara maju dan negara kurang berkembang telah menjadi kontroversi besar. Para kritikus menyebutkan eksploitasi tenaga kerja asing dan lingkungan serta pengabaian kebutuhan tenaga kerja asli sering terjadi dalam perusahaan multinasional.

Para kritikus ini menyuarakan sejumlah keprihatinan tentang kekuatan dan ruang lingkup WTO. Mereka mengkritik tentang dampak lingkungan, kesehatan dan keselamatan, hak-hak pekerja rumah tangga, sifat demokratis WTO, kedaulatan nasional, dan kebijaksanaan jangka panjang untuk mendukung komersialisasi dan perdagangan bebas.


4.     Pengaruh Perniagaan Internasional

Namun, tidak setiap entitas tunggal memperoleh keuntungan dari bursa internasional. Misalkan ada dua negara, Negara A dan Negara B. Dalam kasus tertentu negara A membuat sesuatu dengan harga lebih mahal daripada produsen negara B.

Produsen di Negara A selanjutnya akan rugi karena konsumen akan membeli opsi Negara B. Mereka memilih opsi itu karena lebih murah. Namun dari sisi konsumen, mereka mendapatkan lebih banyak daripada kerugian yang ditanggung produsen dalam negeri.

Dengan perniagaan internasional, ada persaingan yang lebih besar dan harga yang lebih kompetitif di pasar. Ini berarti bahwa konsumen memiliki lebih banyak pilihan yang lebih terjangkau. Ekonomi dunia, yang didorong oleh penawaran dan permintaan, juga mendapat manfaat.

 

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) SERTA STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL DAN BEREKSPANSI

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) A.     TANTANGAN MENENTUKAN PEMASOK Tantangan dalam menentukan pemasok adalah untuk mewujudkan nilai yang akan memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut I Nyoman Pujawan (2005), terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola rantai pemasok, yaitu: 1.       Kompleksitas struktur rantai pemasok a.        Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda b.       Perbedaan biaya, zona waktu dan budaya antar perusahaan 2.       Ketidakpastian a.       Ketidakpastian permintaan b.       Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku c.    Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produk   B...

NORMA DAN ETIKA DALAM PEMASARAN, PRODUKSI, MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN FINANSIAL

A.     PASAR DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat p...

HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN STAKEHOLDER, LINTAS BUDAYA DAN POLA HIDUP, AUDIT SOSIAL

A.     BENTUK STAKEHOLDER Definisi stakeholders menurut Freeman (1984) merupakan individu atau kelompok yang bisa mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh organisasi sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya. Sedangkan Chariri (2007) mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholders -nya ( shareholders , kreditor, konsumen, supplier , pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Mengacu pada pengertian stakeholders diatas, maka dapat ditarik suatu penjelasan bahwa stakeholders dapat diartikan sebagai segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Secara sederhana stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu isi atau rencana. Lembaga-lembaga telah menggunakan istilah stakeholder ini secara luas kedalam proses pengambilan dan implementasi keputusan. Clarkson  membag...