Langsung ke konten utama

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4.0

KONSEP PEMASARAN GLOBAL, KEKUATAN YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT, ORIENTASI MANAJEMEN, DAN BISNIS INTERNASIONAL

A.    KONSEP PEMASARAN UNIVERSAL

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2008), pemasaran global merupakan proses untuk memfokuskan bermacam sumber daya (SDM, modal uang atau aset fisik) serta bermacam tujuan dari organisasi perusahaan lainnya untuk menggapai ancaman pasar global dan mendapatkan kesempatan di pasar global.

Konsep pemasaran global terbagi menjadi 6, yaitu :

1.     Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan

Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Menurut Murray (1938), kebutuhan adalah sebuah konstruk yang menunjukkan “sebuah dorongan dalam wilayah otak” yang mengatur berbagai proses seperti persepsi, pikiran, dan tindakan dengan maksud untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan. Kebutuhan manusia merupakan keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia.

Menurut Kamus Lengkap Psikologi dalam Chaplin (2008), keinginan adalah suatu satu sikap yang berlangsung terus menerus yang memolakan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap objek minatnya. Selain itu, perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas, pekerjaan, atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Dan di dalam kondisi yang lain, satu keadaan motivasi, atau satu set motivasi, yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu. Keinginan merupakan hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial.

Menurut Gilarso (2007), dalam ilmu ekonomi istilah permintaan (demand) mempunyai arti tertentu, yaitu selalu menunjuk pada suatu hubungan tertentu antara jumlah suatu barang yang akan dibeli orang dan harga barang tersebut. Permintaan adalah jumlah dari suatu barang yang mau dan mampu dibeli pada berbagai kemungkinan harga, selama jangka waktu tertentu, dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (ceteris paribus). Permintaan merupakan keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.

2.     Produk

Menurut Kotler & Armstrong (2001), produk (product) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memperoleh perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.

3.     Nilai, Biaya dan Kepuasan

Menurut Louis O. Kattsof (1987), nilai dibagi menjadi dua macam, dimana terdapat nilai intristik yang merupakan nilai yang semulanya sudah bernilai, dan yang kedua adalah nilai instrumental dimana nilai merupakan hasil dari sesuatu akibat digunakan sebagai sarana dalam mencapai suatu tujuan. Nilai merupakan perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.

Menurut Mulyadi (2001), biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Untuk mencapai kepuasan maksimal tentu harus melakukan sebuah pengorbanan, dalam hal ini yaitu membeli suatu produk dengan harga yang setara dengan kualitas yang didapati.

Menurut Zeithaml dan Bitner (2000), kepuasan adalah respon atau tanggapan konsumen mengenai pemenuhan kebutuhan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau keistimewaan produk atau jasa, atau produk itu sendiri, yang menyediakan tingkat kesenangan konsumen berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi konsumen. Dalam hal ini, jika kebutuhan sudah sesuai dengan kriteria maka konsumen akan merasakan sebuah kepuasan atas pemenuhan yang diinginkan.

4.     Pertukaran, Transaksi dan Hubungan

Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Menurut Kotler (2005), pertukaran adalah proses mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan seuatu sebagai imbalannya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan.

Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Menurut Kotler (2005), transaksi adalah perdagangan antara dua atau lebih pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikatan ekonomi, teknis klan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.

5.     Pasar

Menurut Kotler (2002), pasar merupakan suatu tempat fisik dimana pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang dan jasa. Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.

6.     Pemasaran dan Pemasar

Menurut Kotler (1987), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Pemasaran merupakan keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.

Menurut Philip Kotler, pemasar adalah seorang yang mencari sumber daya dari orang lain, Kemudian orang tersebut bersedia memberikan imbalan. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.

 

B.     PEMASARAN DOMESTIK KE PEMASARAN GLOBAL

1.     Pemasaran Domestik

Pemasaran Domestik adalah pemasaran yang secara nyata ditujuakan kepada pasar dalam negeri. Perusahaan domestik secara sadar atau tidak sadar memfokuskan pada pasar domestik dan menghindari tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri. Orientasi mereka adalah bersifat etnosentris yaitu bahwa sifat pasar atau konsumen dimanapun akan sama, sehingga manajemen memandang pasar domestik padat dengan peluang yang jauh lebih aman.

2.     Pemasaran Ekspor

Pemasaran ekspor adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri. Pemasar ekspor menjadikan pasar di luar negeri sebagai sasaran dan menggantungkan diri pada produksi dalam negeri untuk memasok pasar ini. Fokus dalam tahap ini adalah memanfaatkan produk dan pengalaman dalam negeri.  Pemasar ekspor yang handal akan mempelajari pasar sasaran dan mengubah produknya agar sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan di setiap negara.

3.     Pemasaran Internasional

Pemasaran internasional bertindak lebih jauh lagi dari pemasar ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran di dalam negeri. Pemasar internasional tidak terlalu menggantungkan diri pada perantara. Mereka lebih berminat untuk mendirikan perwakilan langsung untuk mengkoordinasikan usaha pemasaran di pasar sasaran. Dengan anak perusahaan disebuah negara, pemasar internasional menciptakan organisasi internal yang memfokuskan pada pemanfaatan produk dan kompetensi perusahaan tersebut di negara tadi.

4.     Pemasaran Multinasional

Pemasaran multinasional merupakan pemasaran yang memfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan produk perusahaan serta sadar akan perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara tempat perusahaan berbisnis. Perusahaan melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari pelanggan pada negara tersebut. Organisasi pemasaran multinasional akan mengembangkan program komunikasi yang unik untuk pasarnya.

5.     Pemasaran Global

Pemasaran global adalah pemasaran yang memfokuskan pada pemanfaatan aset, pengalaman, dan produk perusahaan secara global serta melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap negara.

 

C.   KEKUATAN YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT

Pemasaran global saat ini dibentuk oleh pengaruh dinamis dari beberapa kekuatan yang mendorong dan yang menghambat.

1.      KEKUATAN YANG MENDORONG

·       Kebutuhan Pasar

Kebanyakan pasar global tidak terjadi secara alami. Pasar seperti itu harus diciptakan dengan usaha pemasaran.

·       Teknologi

Menurut Prof. Theodore Levitt dari Harvard Business School, ada kekuatan besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum. Kekuatan tersebut adalah teknologi. Teknologi menyederhanakan komunikasi, transportasi dan perjalanan. Teknologi membuat tempat terpencil dan orang miskin mempunyai hasrat akan pesona modernisasi. Teknologi merupakan faktor universal, seragam, konsisten yang melintasi batas-batas bangsa dan budaya.

·       Biaya

Keseragaman dapat menurunkan biaya riset, rekayasa, desain, kreatif dan produksi di semua fungsi bisnis dari rekayasa dan pembuatan sampai pemasaran dan administrasi. Tekanan untuk globalisasi lebih kuat jika produk baru melibatkan investasi besar dan pengembangan jangka panjang (biaya besar dan lama).

·       Mutu

Volume global menghasilkan penerimaan yang lebih besar dan margin operasi yang lebih besar untuk mendukung mutu desain dan pembuatan. Sebuah perusahaan global dan lokal mungkin masing-masing mengeluarkan 5 persen untuk riset dan pengembangan tetapi perusahaan global mungkin mempunyai pendapatan 10 kali lebih besar dari perusahaan lokal.

·       Komunikasi dan Transportasi

Revolusi informasi memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global. Setiap orang menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling mutakhir dan paling modern.

·       Daya Tuas

Salah satu kelebihan perusahaan global adalah kesempatan untuk mengembangkan daya tuas yang dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara stimultan di lebih dari satu pasar nasional. Perusahaan global dapat mengembangkan 5 tipe daya tuas, yaitu :

1.     Transfer Pengalaman

Perusahaan global dapat memperoleh pengalaman di pasar manapun di dunia. Pengalaman ini dapat diperoleh dari strategi, produk, imbauan iklan, praktik manajemen penjualan, ide promosi dan lainnya yang telah diuji di pasar sebenarnya dan menerapkannya di pasar lain yang sebanding dengannya.

2.     Transfer Sistem

Perusahaan global dapat memperhalus perencanaan, analisis, kendali riset, dan sistem lainnya serta menerapkan penghalusan tadi di seluruh dunia.

3.     Penghematan Skala

Dalam bidang manufaktur, perusahaan global dapat mengambil keuntungan dari besarnya volume untuk memperoleh keuntungan skala pabrik tunggal tradisional dan dapat juga menggabungkan menjadi komponen produk jadi yang dibuat dalam pabrik secara efisien di negara lain.

4.     Pendayagunaan Sumber Daya

Kekuatan utama perusahaan global adalah kemampuannya untuk meneropong ke seluruh dunia untuk mencari orang, uang dan bahan-bahan (seperti lahan, tenaga kerja dan modal). Perusahan global tidak berpengaruh terhadap naik turunnya mata uang.

5.     Strategi Global

Keuntungan paling besar dari perusahaan global adalah strategi global. Strategi global didasarkan pada peneropongan lingkungan bisnis dunia untuk mengidentifikasi kesempatan, ancaman, kecenderungan dan sumber daya. Strategi global adalah rancangan untuk menciptakan penawaran yang berhasil dalam skala dunia.

 

2.      KEKUATAN YANG MENGHAMBAT

·       Perbedaan Pasar

Dalam setiap kategori produk, perbedaan masih cukup banyak di antara batas negara dan budaya yang memerlukan adaptasi paling sedikit dari bauran pemasaran. Perusahaan yang mengabaikan perbedaan ini dan telah mencoba strategi merek dagang global tanpa memikirkan hal ini akan menghadapi kegagalan.

·        Sejarah

Bahkan sekalipun produknya sendiri merupakan calon yang baik untuk globalisasi, sejarah merek dagang mungkin masih memerlukan strategi pemasaran yang khusus dan berbeda serta di setiap negara perlu penentuan posisi sendiri.

·       Kecadokan Manajemen

Sebuah contoh dari kecadokan manajemen adalah perusahaan yang tidak mempertahankan kepemimpinan dalam menciptakan nilai pelanggan ketika memperluas wilayah geografi. Sebuah perusahaan yang melihat ke belakang tidak memperluas wilayahnya secara geografis.

·       Budaya Organisasi

Dalam perusahaan dengan manajemen anak perusahaan mengetahui semuanya, tidak ada lagi ruang untuk visi dari puncak. Perusahaan global yang sukses adalah pemasar yang telah belajar cara memadukan visi global dan perspektif dengan inisiatif dan masukan pasar lokal.

·       Kendali Nasional / Hambatan untuk Masuk Suatu Negara

Setiap negara melindungi perusahaan lokal dan kepentingannya dengan memegang kendali terhadap akses pasar dan jalan masuknya. Kendali ini bervariasi dari yang berteknologi rendah berupa pengendalian monopoli tembakau dari akses ke pasar tembakau sampai yang berteknologi tinggi berupa pengendalian pemerintah nasional terhadap pasar pemancar.

 

D.    KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS INTERNASIONAL

1.     Orientasi Manajemen

Orientasi adalah asumsi atau keyakinan yang seringkali tidak disadari mengenai sifat dunia ini. Ada 3 orientasi dasar yang menjadi pedoman pekerjaan eksekutif internasional; etnosentris, polisentris, dan geosentris. Konsep ini kemudian dikembangkan dengan memasukan orientasi regional dan menjadi skema EPRG (etnosentrisme, polisentrisme, regiontrisme, geosentrisme).

2.     Kerangka Kerja Moneter Internasional

Pertumbuhan yang cepat dari perdagangan dan investasi dalam era pasca perang dunia II telah menciptakan kebutuhan likuiditas internasional yang semakin mendesak untuk mempermudah pertukaran barang dan jasa antar negara. Dengan adanya kerangka kerja moneter internasional yang memadai memungkinkan perusahaan untuk membiayai perdagangan dan investasi global serta untuk meneruskan usaha pemasaran global mereka. 

3.     Sistem Perdagangan Dunia

Sistem perdagangan dunia pasca perang dunia II disusun dengan keinginan umum menghindari kembalinya praktik perdangangan terbatas dan diskriminatoris seperti yang terjadi pada tahun 1920-an. Ada komitmen untuk menciptakan dunia bebas yang memungkinkan arus barang dan jasa secara bebas antar negara. Sistem yang muncul dari komitmen ini termasuk General Agreement on Tarrifs and Trade (GATT), yang menyediakan kerangka kerja institusional dan satu rangkaian yang terdiri dari empat peraturan dan prinsip dalam usaha yang membebaskan perdagangan.

4.     Perdamaian Global

Sejak tahun 1945 dunia masih terbebas dari konflik besar dunia seperti yang menandai paruh pertama abad ini. Walaupun kondisi ini tidak sepenuhnya damai, tetapi keadaan ini menyediakan dasar yang relatif stabil untuk perekonomian yang sehat dan cepat.

5.     Pertumbuhan Ekonomi Domestik

Jadi, terdapat dua alasan mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi kekuatan yang mendasari perluasan ekonomi internasional. Pertama, pertumbuhan telah menciptakan kesempatan pasar. Adanya kesempatan pasar menjadi faktor pendorong perusahaan untuk memperluas jangkauannya ke pasar internasional. Kedua, pertumbuhan ekonomi telah mengurangi penolakan, yang mungkin telah berkembang, sebagai respons terhadap masuknya perusahaan asing ke dalam ekonomi domestik.

6.     Teknologi Komunikasi dan Transportasi

Hambatan waktu dan biaya akibat jarak telah jauh berkurang dalam 100 tahun terakhir. Meningkatnya kecepatan dan kapasitas komunikasi berbiaya rendah merupakan kekuatan utama untuk mempermudah perluasan bisnis internasional.

7.     Korporasi Global

Korporasi global, atau perusahaan apapun yang mempunyai tujuan bisnis global dengan menghubungkan sumber daya dunia dengan kesempatan pasar dunia, adalah organisasi yang telah bereaksi terhadap kekuatan yang mendorong, menghambat, dan melandasi di dunia.

 

PERENCANAAN PEMASARAN GLOBAL, DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN PERUSAHAAN TRANSNASIONAL

A.    BEBERAPA KONSEP KUNCI

Terdapat 6 konsep kunci yang memberi dukungan ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai kesempatan dan tantangan dari pemasaran global.

1.     Strategi

Strategi telah didefinisikan sebagai respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada kenyataan dari organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari lingkungan bisnis. Dibawah ini menyajikan sebuah kerangka kerja konseptual untuk perumusan strategi. Kerangka kerja ini mengidentifikasi 3 dimensi strategi yaitu lingkungan eksternal perusahaan, organisasi atau lingkungan internal perusahaan dan nilai serta aspirasi dari pihak yang berkepentingan.

§      Dimensi I. Lingkungan Eksternal Perusahaan

Proses perencanaan strategi memerlukan penilaian fakta dan asumsi yang menyangkut lingkungan eksternal perusahaan. Penilaian ini di seputar dimensi makro faktor-faktor ekonomi, sosial budaya, politik dan teknologi; disamping juga faktor-faktor mikro dari pasar, biaya, pesaing, pelanggan dan pemerintah. Penilaian ini harus mencakup seluruh dunia dan tidak boleh ada pesaing, pasar, pelanggan, atau kecenderungan yang signifikan sampai terlewatkan. Sehingga penilaian ini harus bersifat global, bukan nasional atau regional.

§       Dimensi II. Lingkungan Internal Perusahaan (Organisasi)

Proses strategis memerlukan identifikasi asumsi kunci mengenai organisasi, terutama kekuatan dan kelemahannya.

§       Dimensi III. Nilai Pihak yang Berkepentingan

Pihak yang berkepentingan adalah orang atau kelompok yang mempunyai minat dalam hasil dari kegiatan organisasi yaitu termasuk pemegang saham, manajer, karyawan pelanggan, anggota masyarakat, negara dimana perusahaan beroperasi, dan lainnya. Karena pihak yang berkepentingan seringkali mempunyai nilai dan minat yang bertentangan, menyelesaikan masalah ini merupakan tugas manajemen, yang memerlukan keterampilan dan bakat berpolitik.

2.     Perusahaan di Dunia

Beberapa aspek pemasaran global memiliki perbedaan dari pemasaran domestik. Perusahaan itu ada dalam dunia yang berisi lebih dari 180 negara. Masing-masing negara tadi memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan negara lain. Walaupun setiap negara dan territorial pada dasarnya unik, analisis statistik dari dimensi lingkungan utama maupun penilaian manajerial setuju bahwa boleh mengelompokkan beberapa negara, yang sebenarnya mempunyai lingkungan pasar yang berbeda, agar persamaan yang ada dalam kelompok dan perbedaan antar kelompok menjadi jelas.

3.     Pengelompokkan, Segmentasi dan Target Pemasaran

Karakteristik pasar nasional di seluruh dunia mempunyai perbedaan dalam banyak dimensi kunci. Salah satu karakteristik pasar yang memegang peranan penting yaitu ukuran luas suatu negara. Geografi adalah kriteria pengelompokan dengan makna yang besar. Negara yang saling berdekatan mempunyai beberapa persamaan. Jadi kita mempunyai pasar Amerika Utara, pasar Eropa, dan pasar kawasan Pasifik.

Bahasa dan budaya adalah karakteristik lain yang membedakan pasar. Dalam industri media, hal ini amat signifikan. Dunia dibagi-bagi ke dalam kelompok atau segmen bahasa yaitu Mandarin, Inggris, Spanyol, dan lainnya. Berbagai negara dapat dikelompokkan ke dalam segmen bahasa dan budaya yang melintasi batas geografi, pendapatan dan ukuran.

4.     Kepekaan Lingkungan

Suatu cara yang paling berguna untuk melihat produk secara internasional adalah menempatkannya dalam rangkaian kepekaan lingkungan. Di salah satu ujung dari rangkaian terletak produk yang tidak peka terhadap lingkungan, yang tidak memerlukan penyesuaian besar terhadap lingkungan ekonomi dan sosial dari pasar di seluruh dunia. Di ujung yang lain dari rangkaian tadi terletak produk yang amat sensitif pada perbedaan dalam faktor ekonomi, sosial budaya, fisik, dan pemerintah di pasar dunia.

5.     Pengaruh yang Mempersatukan dan Membedakan

Aspek unik mempunyai pengaruh yang membedakan dimana aspek serupa memberikan pengaruh yang menyatukan. Apabila analisis sebuah pasar hanya memfokuskan pada aspek yang unik atau yang serupa, hasilnya adalah analisis sepihak, akhirnya program pemasaran yang dikembangkan akan terlalu standar atau terlalu berbeda.

6.     Daur Hidup Produk / Pasar

Konsep DHP terbentuk dengan baik dalam pemasaran. Pengertian umum daur hidup produk adalah bahwa suatu produk mempunyai karakteristik atau kehidupan normal dengan urutan awal atau kelahiran dan pertumbuhan cepat (tahap pertumbuhan), diikuti dengan pertumbuhan yang kecepatannya menurun, tidak ada pertumbuhan, penurunan dan akhirnya, untuk melengkapi metafora, mati. Daur hidup pasar adalah konsep yang berkaitan. Pasar ada tahap awalnya, tahap pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan. Sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran global akan mengetahui bahwa tidak semua pasar berada pada tahap perkembangan yang sama. Perusahaan perlu mengetahui tahap perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi pemasaran untuk produknya dengan tahap tersebut. Misalnya, produk yang sama mungkin berada dalam posisi dewasa di sebuah negara dan pada tahap pertumbuhan di negara lain. Sehingga strategi pemasaran yang memadai untuk produk tersebut akan berbeda untuk setiap pasarnya (negaranya).

 

B. TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KORPORASI TRANSNASIONAL MENGENAI TIPOLOGI DINAMIS

Terdapat 5 tahap dalam evolusi perusahaan transnasional yaitu domestik, internasional, multinasional, global dan transnasional. Tahap ini menggambarkan perbedaan signifikan dalam strategi, cara memandang dunia, orientasi dan praktek perusahaan yang berkecimpung di lebih dari satu negara. Salah satu perbedaan kunci dalam perusahaan di berbagai tahap ini adalah orientasi mereka.

1.     Domestik

Perusahaan tahap 1 adalah domestik dalam hal fokus, visi dan operasinya. Orientasinya adalah etnosentris. Perusahaan ini memfokuskan pada pasar, pemasok dan pesaing domestik. Pengamatan lingkungannya dilakukan pada lingkungan domestik, yang sudah dikenal dan dari negara sendiri. Perusahaan tahap 1 yang sedang tumbuh, jika sudah mencapai batas pertumbuhan dalam pasar primer, akan melakukan variasi dengan memasuki pasar, produk, dan teknologi baru, bukan lagi memfokuskan pada peneterasi pasar internasional.

2.     Internasional

Perusahaan tahap 2 memperluas pemasaran, pabrik, dan kegiatan lain di luar negeri. Perusahaan tersebut memburu kesempatan bisnis di luar negeri walaupun masih tetap etnosentris atau berorientasi dalam negeri pada orientasi dasarnya. Tanda dari perusahaan tahap 2 adalah keyakinan bahwa cara-cara melakukan bisnis, orang, kebiasaan, nilai-nilai, dan produk negeri sendiri lebih unggul dibandingkan dengan yang ada dimanapun di dunia. Fokusnya dari perusahaan tahap 2 adalah tetap pada pasar dalam negeri. Tahap 2 merupakan awal dari tahap 4 yaitu global. Jika perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar internasional maka merupakan tindakan yang tepat jika pada tahap awal perusahaan memperluas bisnis dan bauran pemasaran (4P) sehingga mereka dapat mempelajari cara melakukan bisnis di negara asing.

3.     Multinasional

Pada waktunya, perusahaan tahap 2 akan menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Jika perusahaan sudah memutuskan untuk memberikan respon pada perbedaan pasar, perusahaan itu beranjak menjadi perusahaan tahap 3. Fokus dari perusahaan tahap 3 adalah multinasional atau dalam istilah strategi disebut multidomestik dimana perusahaan itu merumuskan strategi yang unik untuk setiap negara tempat perusahaan tersebut melakukan bisnis. Orientasi dari perusahaan ini bergeser dari etnosentris menjadi polisentris. Orientasi polisentris adalah asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di seluruh dunia yaitu memiliki keunikan sehingga satu-satunya cara agar sukses secara internasional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap pasar nasional. Strategi pemasaran tahap 3 adalah menyesuaikan bauran pemasaran domestik agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing.

4.     Global

Perusahaan tahap 4 membuat perancangan strategi yang cukup besar dari tahap 3. Perusahaan pasti mempunyai strategi pemasaran global atau strategi menemukan pemasok global, tetapi tidak keduanya secara bersamaan. Perusahaan akan memfokuskan pada pasar dan sumber daya global dari dalam negeri Patau salah satu negara lain untuk memasok pasar ini atau akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestik. Strategi perusahaan tahap 4 yaitu perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing dengan membatasi globalisasi dari rantai nilai.

5.     Transnasional

Perusahaan pada tahap 5 ini jauh lebih canggih dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mengandalkan penjualan, investasi dan operasi di banyak negara. Perusahaan yang dapat mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia adalah perusahaan yang menghubungkan sumber daya global dengan pasar global serta menghasilkan laba. Perusahaan tahap ini orientasinya adalah geosentris. Perusahaan ini mengakui adanya persamaan dan perbedaan, serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan tersebut berfikir global dan bertindak lokal. Perusahaan mengadopsi strategi global yang memungkinkan untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai negara. Perusahaan melakukan penyesuaian dengan menambah nilai yang ditawarkan. Pengetahuan dalam transnasional diciptakan oleh seluruh fungsi di semua lokasi dan dikembangkan bersama serta disebarkan ke seluruh dunia.

Perusahaan tahap 5 secara cermat mengamati adanya kesempatan dan ancaman di seluruh dunia. Hal tersebut merupakan dimensi kritis perusahaan transnasional dan dimensi prestasi kerja yang dapat dicapai oleh perusahaan apapun. Pengetahuan mengenai perkembangan pasar dan persaingan serta mengenai kecenderungan ekonomi, budaya, politik, dan teknologi penting secara strategis, baik untuk pembuatan strategi dalam menyerang maupun bertahan.

Perusahaan tahap 5 merasa tidak puas jika hanya beroperasi dalam satu negara atau satu regional saja. Aspirasi pada perusahaan tahap ini bersifat global yakni pasar global, pelanggan global, dan kemampuan untuk tetap menonjol dengan posisi bersaing langsung terhadap pesaing global yang lain.

 

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) SERTA STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL DAN BEREKSPANSI

TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) A.     TANTANGAN MENENTUKAN PEMASOK Tantangan dalam menentukan pemasok adalah untuk mewujudkan nilai yang akan memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut I Nyoman Pujawan (2005), terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola rantai pemasok, yaitu: 1.       Kompleksitas struktur rantai pemasok a.        Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda b.       Perbedaan biaya, zona waktu dan budaya antar perusahaan 2.       Ketidakpastian a.       Ketidakpastian permintaan b.       Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku c.    Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produk   B...

NORMA DAN ETIKA DALAM PEMASARAN, PRODUKSI, MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN FINANSIAL

A.     PASAR DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat p...

HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN STAKEHOLDER, LINTAS BUDAYA DAN POLA HIDUP, AUDIT SOSIAL

A.     BENTUK STAKEHOLDER Definisi stakeholders menurut Freeman (1984) merupakan individu atau kelompok yang bisa mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh organisasi sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya. Sedangkan Chariri (2007) mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholders -nya ( shareholders , kreditor, konsumen, supplier , pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Mengacu pada pengertian stakeholders diatas, maka dapat ditarik suatu penjelasan bahwa stakeholders dapat diartikan sebagai segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedang diangkat. Secara sederhana stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihak-pihak yang terkait dengan suatu isi atau rencana. Lembaga-lembaga telah menggunakan istilah stakeholder ini secara luas kedalam proses pengambilan dan implementasi keputusan. Clarkson  membag...